Menarik

Evolusi Otak Manusia

Evolusi Otak Manusia


We are searching data for your request:

Forums and discussions:
Manuals and reference books:
Data from registers:
Wait the end of the search in all databases.
Upon completion, a link will appear to access the found materials.

Organ manusia, seperti jantung manusia, telah berubah dan berevolusi sepanjang sejarah waktu. Otak manusia tidak terkecuali pada fenomena alam ini. Berdasarkan ide Seleksi Alam Charles Darwin, spesies yang memiliki otak lebih besar yang mampu berfungsi kompleks tampaknya merupakan adaptasi yang menguntungkan. Kemampuan untuk menerima dan memahami situasi baru terbukti sangat berharga bagi kelangsungan hidup Homo sapiens. Beberapa ilmuwan percaya bahwa ketika lingkungan di Bumi berevolusi, manusia juga melakukannya. Kemampuan untuk bertahan hidup dari perubahan lingkungan ini secara langsung karena ukuran dan fungsi otak untuk memproses informasi dan menindaklanjutinya.

Leluhur Manusia Awal

Selama masa pemerintahan Ardipithecus Sekelompok leluhur manusia, otaknya sangat mirip ukuran dan fungsinya dengan simpanse. Karena nenek moyang manusia pada waktu itu (sekitar 6 juta hingga 2 juta tahun yang lalu) lebih mirip kera daripada manusia, otak harus tetap berfungsi seperti primata. Meskipun nenek moyang ini cenderung berjalan tegak setidaknya untuk sebagian waktu, mereka masih memanjat dan hidup di pepohonan, yang membutuhkan keterampilan dan adaptasi yang berbeda dari manusia modern.

Ukuran otak yang lebih kecil pada tahap evolusi manusia ini cukup untuk bertahan hidup. Menjelang akhir periode waktu ini, leluhur manusia mulai mencari tahu bagaimana membuat alat yang sangat primitif. Ini memungkinkan mereka untuk mulai berburu hewan yang lebih besar dan meningkatkan asupan protein mereka. Langkah penting ini diperlukan untuk evolusi otak karena otak manusia modern membutuhkan sumber energi yang konstan untuk tetap berfungsi pada tingkat yang sama.

2 juta hingga 800.000 Tahun Lalu

Spesies periode waktu ini mulai bergerak ke berbagai tempat di seluruh Bumi. Ketika mereka bergerak, mereka menemukan lingkungan dan iklim baru. Untuk memproses dan beradaptasi dengan iklim ini, otak mereka mulai menjadi lebih besar dan melakukan tugas yang lebih kompleks. Sekarang nenek moyang manusia yang pertama sudah mulai menyebar, ada lebih banyak makanan dan ruang untuk setiap spesies. Hal ini menyebabkan peningkatan ukuran tubuh dan ukuran otak individu.

Nenek moyang manusia dari periode waktu ini, seperti Australopithecus Grup dan Paranthropus Group, menjadi semakin mahir dalam pembuatan alat dan mendapat perintah api untuk membantu menjaga kehangatan dan memasak makanan. Peningkatan ukuran dan fungsi otak membutuhkan diet yang lebih beragam untuk spesies ini dan dengan kemajuan ini, hal itu dimungkinkan.

800.000 hingga 200.000 Tahun Lalu

Selama tahun-tahun ini dalam sejarah Bumi, ada perubahan iklim yang besar. Ini menyebabkan otak manusia berevolusi dengan kecepatan yang relatif cepat. Spesies yang tidak dapat beradaptasi dengan suhu dan lingkungan yang berubah dengan cepat punah. Akhirnya, hanya Homo sapiens dari Homo Grup tetap.

Ukuran dan kompleksitas otak manusia memungkinkan individu untuk mengembangkan lebih dari sekadar sistem komunikasi primitif. Ini memungkinkan mereka untuk bekerja bersama untuk beradaptasi dan tetap hidup. Spesies yang otaknya tidak besar atau cukup kompleks punah.

Bagian otak yang berbeda, karena sekarang cukup besar untuk tidak hanya mengakomodasi naluri yang diperlukan untuk bertahan hidup tetapi juga pikiran dan perasaan yang lebih kompleks, mampu membedakan dan berspesialisasi dalam berbagai tugas. Bagian otak diperuntukkan untuk perasaan dan emosi sementara yang lain tetap dengan tugas bertahan hidup dan fungsi kehidupan yang otonom. Perbedaan bagian otak memungkinkan manusia untuk membuat dan memahami bahasa untuk berkomunikasi secara lebih efektif dengan orang lain.


Tonton videonya: Benarkah Otak Manusia Hanya Terpakai 10% ? (November 2022).

Video, Sitemap-Video, Sitemap-Videos